BERITA
  • 23 Desember 2019
  • 0 Komentar
  • 16 Kali Dilihat
Sungkeman Massal Mewarnai Peringatan Hari Ibu ke-91 di Pringsewu

PRINGSEWU - Sungkeman massal mewarnai peringatan Hari Ibu ke-91 Tahun 2019 di Kabupaten Pringsewu. Prosesi sungkeman dengan suasana penuh keharuan ini dilakukan oleh Bupati Pringsewu H.Sujadi dan Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Nurrohmah Sujadi beserta keluarga, kemudian Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Suherman, S.E. dan istrinya yang juga Ketua Ikada Kabupaten Pringsewu kepada masing-masing orangtua perempuan atau ibu, serta para pejabat tinggi pratama dan pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu beserta istri dan putra-putrinya, seusai upacara peringatan Hari Ibu ke-91 di Lapangan Pemkab Pringsewu, Senin (23/12/19).

Pada upacara peringatan Hari Ibu yang diikuti jajaran Aparatur Sipil Negara, semua petugas upacara adalah kaum perempuan, yakni mulai inspektur upacara yakni Ny.Neis Hamid Andri Soemantri (Ketua Bhayangkari Kabupaten Pringsewu), perwira upacara Ny.Ani Sundari (Sekretaris BKPSDM Kabupaten Pringsewu), dan komandan upacara Ny.Fauzi Lena (Inspektorat Kabupaten Pringsewu). Sementara pembaca UUD 1945 adalah Elly Handayani (Persit Kartika Chandra Kirana), serta Sejarah Hari Ibu dibacakan oleh Loeky Antari (GOW Kabupaten Pringsewu).

Tampak hadir Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Dandim 0424 Letkol Inf. Arman Aris Sallo beserta jajaran muspida dan kepala instansi vertikal lainnya, jajaran TP-PKK, Ikada, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Adhyaksa Dharma Karini, Dharma Yukti Karini, serta organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Pringsewu.

Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan hadiah dan piala bagi sejumlah pemenang lomba sempena Hari Ibu oleh Ketua Bhayangkari didampingi Bupati dan Ketua DPRD serta Ketua TP-PKK dan Ikada Kabupaten Pringsewu.

Ketua Bhayangkari Kabupaten Pringsewu Ny.Neis Hamid Andri Soemantri selaku inspektur upacara dalam amanatnya mengatakan peringatan Hari Ibu lahir dari pergerakan perempuan Indonesia yang diawali dengan Kongres Perempuan pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. "Dan hakikat peringatan Hari Ibu setiap tahunnya ini adalah untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia akan perjuangan para perempuan sebagai bagian momentum kebangkitan dan gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia," katanya.

Neis juga berpesan agar peringatan Hari Ibu ke-91 yang mengangkat tema 'Perempuan Berdaya, Indonesia Maju', dapat mendorong terciptanya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan dan tentunya dengan tidak menghilangkan peran penting perempuan atau ibu dalam keluarga. (*/ Humas & Protokol Pemkab Pringsewu / Isnanto Hapsara)