BERITA
  • 27 Oktober 2021
  • 0 Komentar
  • 513 Kali Dilihat
Launching Aplikasi Gerbang Ikan Desa

 

PRINGSEWU – Bupati Pringsewu H.Sujadi meresmikan Pekon Lugusari Kecamatan Pagelaran sebagai "Desa Model Gerbang Ikan Desa" sekaligus me-launching Aplikasi "Gerbang Ikan Desa" di wisata Ledeng Pendem (Lependem) Belanda Pekon Lugusari, Senin (25/10/2021). 

Kadis Perikanan Pringsewu dalam laporanya menyampaikan bahwa program Gerbang Ikan Desa merupakan proyek perubahan. Debi memaparkan potensi budidaya ikan air tawar Pringsewu sebanyak 1.070,22 Ha dengan pemanfaatan 519,35 Ha (49%) dari berbagai macam komoditas ikan. Untuk produksi ikan lele di Kabupaten Pringsewu mencapai 40% dari total produksi ikan pada tahun 2020 mencapai 11.777,36 Ton.
“Namun sayangnya, potensi dan produksi tersebut belum diiringi oleh peningkatan produksi dan konsumsi ikan yang baru mencapai 27,75 kg/kap/th yang masih di bawah Angka Konsumsi Ikan (AKI) Provinsi dan Nasional. Potensi besar ini juga masih terkendala harga pakan yang mahal, penyakit ikan, ketersediaan benih dan induk yang terbatas, serta pasar dan harga jual yang belum optimal, sehingga margin keuntungan pembudidaya masih rendah bahkan selama pandemi Covid-19 ini pemasaran menjadi masalah utama dengan menurunnya daya serap pasar,” ungkap Debi.

Bupati Pringsewu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada dinas terkait dan semua pihak yang terlibat dalam hal ini. “Sektor perikanan  di Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu sektor usaha yang memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan baik dari segi perekonomian maupun pariwisata. Sebagai salah satu daerah yang merupakan sentra penghasil ikan air tawar di Provinsi Lampung, Program Gerbang Ikan Desa ini adalah salah satu bentuk nyata yang saya harapkan akan mendorong peningkatan hasil perikanan Kabupaten Pringsewu kedepannya,” kata Sujadi.

Pekon Lugusari sudah dikenal sebagai sentra budidaya ikan air tawar. Pada tahun 2018, Pekon Lugusari menerima kunjungan delapan Duta Besar dari berbagai negara. Oleh karena itu, pekon Lugusari terpilih sebagai pekon/ desa model yang nantinya diharapkan akan mampu menjadi percontohan bagi pekon-pekon lain yang ada di Kabupaten Pringsewu. Disamping itu pula, Pemkab Pringsewu telah menetapkan Pekon Lugusari sebagai sentra ikan air tawar. Untuk itu, kata Sujadi, perlu adanya dukungan dari semua pihak khususnya dari Kementerian, Pemerintah Provinsi Lampung, dan stakeholder terkait guna mempercepat terwujudnya program ini. Aplikasi Gerbang Ikan Desa juga merupakan salah satu sarana pendukung dan sumber informasi bagi para pelaku sentra perikanan untuk mengembangkan usahanya. "Dengan adanya sistem dan aplikasi ini saya berharap akan menjadi suatu program pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan," harap Sujadi.

Menutup rangkaian acara dilakukan penanaman pohon lada hitam Lampung dan bibit ikan Nilem oleh Bupati Pringsewu. Hadir dalam acara ini Kabid Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Ir. Marlina, Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan Provinsi Lampung Rusmanto, M.Si., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Prof.Dr. Ir.Irwan Syukri Banua, M.Si., Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Provinsi Lampung Ir. Ujang Komarudin, A.K., M.Sc., anggota DPRD Provinsi Lampung Junianto, Kadis Perikanan Pringsewu Debi Hardian, S.Pi., M.Si., serta sejumlah Kepala OPD dan tamu undangan.